Saturday, June 5, 2021
Monday, May 3, 2021
Wednesday, April 21, 2021
Friday, April 10, 2020
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit
Assalamu'alaikum guyss...
Kembali lagi dengan saya. Kali ini kita akan berbagi tentang Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit atau K3RS.
Seperti biasa pemaparan materi ini melalui youtobe bersama Mr.Owl. Jika kalian ingin melihat pemaparan lengkapnya klik link berikut ini Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit
Berikut ini ringkasan yang saya buat terkait materi tersebut.
Millata Salami
1911211002
Kelas A2
Dosen Pengampu : Aulia Rahman, S. K. M. ,M. K. M
Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Andalas
2020
Wednesday, April 1, 2020
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
Assalamu`alaikum guyss....
Bagaimana kabarnya?
Semoga semua dalam keadaan sehat wal`afiat. Walaupun sedang dalam kondisi darurat COVID-19 tetapi harus tetap semangat ya buat menambah Ilmu. Kali ini aku bakal berbagi lagi nii 😀😊
Kali ini topiknya tentang Sistem Manajemen K3 atau SMK3. Masih sama kayak laman sebelumnya, materi ini di paparkan oleh Mr.Owl melalui laman Youtube dan aku meringkasnya kedalam catatan.
Bagi teman-teman yang mau dengar pemaparan lengkapnya silahkan klik SMK3 bersama Mr.Owl
Matkul : K3
Topik : Sistem Manajemen K3 atau SMK3
Dosen Pengampu : Aulia Rahman, SKM.,MKM.
Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Andalas
Bagaimana kabarnya?
Semoga semua dalam keadaan sehat wal`afiat. Walaupun sedang dalam kondisi darurat COVID-19 tetapi harus tetap semangat ya buat menambah Ilmu. Kali ini aku bakal berbagi lagi nii 😀😊
Kali ini topiknya tentang Sistem Manajemen K3 atau SMK3. Masih sama kayak laman sebelumnya, materi ini di paparkan oleh Mr.Owl melalui laman Youtube dan aku meringkasnya kedalam catatan.
Bagi teman-teman yang mau dengar pemaparan lengkapnya silahkan klik SMK3 bersama Mr.Owl
Matkul : K3
Topik : Sistem Manajemen K3 atau SMK3
Dosen Pengampu : Aulia Rahman, SKM.,MKM.
Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Andalas
Saturday, March 28, 2020
Accident Investigation K3
Assalamu`alaikum guys...
Kembali lagi dengan Emil, kali ini saya mau berbagi materi tentang Accident Investigation (Investigasi Kecelakaan Kerja) dalam materi pelajaran K3 bersama Pak Aulia Rahman.
Pemaparan materinya akan saya bagi melalui foto catatan saya tentang materi ini.
Jika teman-teman ingin mendengar materi lengkapnya bisa di lihat melalui youtube dengan klik judul berikut ini Accident Investigation with Mr.Owl
Kembali lagi dengan Emil, kali ini saya mau berbagi materi tentang Accident Investigation (Investigasi Kecelakaan Kerja) dalam materi pelajaran K3 bersama Pak Aulia Rahman.
Pemaparan materinya akan saya bagi melalui foto catatan saya tentang materi ini.
Jika teman-teman ingin mendengar materi lengkapnya bisa di lihat melalui youtube dengan klik judul berikut ini Accident Investigation with Mr.Owl
Wednesday, March 18, 2020
Langkah Preventif Terhadap Virus Corona
YUK TERAPKAN LANGKAH PREVENTIF TERHADAP VIRUS
CORONA
Assalamu`alaikum teman-teman 😊😊
Balik lagi dengan saya, kali ini kita bakal bahas topik
yang lagi heboh akhir-akhir ini yaitu virus corona.
Sebelum masuk ke topiknya alangkah baiknya kita bahas
dulu apa sih itu virus corona? Masih adakah dari teman-teman yang belum tahu
mengenai virus corona ini? Kalau gitu mari kita jabarkan dulu, apa sih
sebenarnya virus corona ini.
Apa itu virus corona?
Coronavirus (CoV) adalah keluarga besar virus
yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya
dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat
menimbulkan gejala berat, yaitu Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan
Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Terkait dengan laporan kasus pneumonia
misterius yang tidak diketahui penyebabnya pada tanggal 31 September 2019,
maka pada tanggal 11 Februari 2020, World Health Organization memberi nama virus
baru tersebut Severe acute respiratory
syndrome coronavirus-2 (SARS-CoV-2) dan nama penyakitnya sebagai Coronavirus
disease 2019 (COVID-19)
Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) sendiri adalah penyakit yang disebabkan oleh Severe
acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Sindrom gejala klinis
yang muncul beragam, dari mulai tidak berkomplikasi (ringan) sampai syok septik
(berat).
Kasus ini pertama kali muncul
di daerah Wuhan, Cina. Awalnya penyakit ini ditularkan dari kalelawar yang
diolah sebagai bahan makanan oleh penduduk Wuhan.
Penularan Virus
Infeksi coronavirus disebabkan oleh virus
corona itu sendiri. Kebanyakan virus corona menyebar seperti virus
lain pada umumnya, seperti:
- Percikan air liur pengidap (bantuk dan bersin).
- Menyentuh tangan atau wajah orang yang terinfeksi.
- Menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah memegang barang
yang terkena percikan air liur pengidap virus corona.
- Tinja atau feses (jarang terjadi)
Khusus untuk, novel coronavirus atau 2019-nCoV,
masa inkubasi belum diketahui secara pasti. Namun, rata-rata gejala yang timbul
setelah 2-14 hari setelah virus pertama masuk ke dalam tubuh. Di samping itu,
metode transmisi 2019-nCoV juga belum diketahui dengan
pasti. Awalnya, virus corona jenis 2019-nCoV diduga
bersumber dari hewan. Virus corona 2019-nCoV merupakan virus
yang beredar pada beberapa hewan, termasuk unta, kucing, dan kelelawar.
Sebenarnya virus ini jarang sekali berevolusi
dan menginfeksi manusia dan menyebar ke individu lainnya. Namun, kasus di
Tiongkok kini menjadi bukti nyata kalau virus ini bisa menyebar dari hewan ke
manusia. Bahkan, kini penularannya bisa dari manusia ke manusia.
Siapa aja sih yang
beresiko?
Siapa pun dapat terinfeksi virus corona. Akan
tetapi, bayi dan anak kecil, serta orang dengan kekebalan tubuh yang lemah
lebih rentan terhadap serangan virus ini, termasuk lansia. Selain itu, kondisi musim juga mungkin
berpengaruh. Contohnya, di Amerika Serikat, infeksi virus corona lebih umum
terjadi pada musim gugur dan musim dingin.
Gejala terinfeksi virus
Virus corona bisa menimbulkan beragam gejala pada
pengidapnya. Gejala yang muncul ini bergantung pada jenis virus corona yang
menyerang, dan seberapa serius infeksi yang terjadi. Berikut beberapa gejala
virus corona yang terbilang ringan:
- Hidung beringus.
- Sakit kepala.
- Batuk.
- Sakit tenggorokan.
- Demam.
- Merasa tidak enak badan.
Hal yang perlu ditegaskan, beberapa virus
corona dapat menyebabkan gejala yang parah. Infeksinya dapat berubah
menjadi bronkitis dan pneumonia (disebabkan oleh 2019-nCoV) , yang menyebabkan
gejala seperti:
- Demam yang mungkin cukup tinggi bila pasien mengidap pneumonia.
- Batuk dengan lendir.
- Sesak napas.
- Nyeri dada atau sesak saat bernapas dan batuk.
Infeksi bisa semakin parah bila menyerang
kelompok individu tertentu. Contohnya orang dengan penyakit jantung atau
paru-paru, orang dengan sistem kekebalan yang lemah, bayi, dan lansia.
Langkah preventif mencegah virus
Sampai saat ini belum ada vaksin untuk mencegah
infeksi virus corona. Namun, setidaknya ada beberapa cara yang bisa
dilakukan untuk mengurangi risiko terjangkit virus ini. Berikut upaya yang bisa
dilakukan:
- Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20
detik hingga bersih.
- Hindari menyentuh wajah, hidung, atau mulut saat tangan dalam
keadaan kotor atau belum dicuci.
- Hindari kontak langsung atau berdekatan dengan orang yang
sakit.
- Hindari menyentuh hewan atau unggas liar.
- Membersihkan dan mensterilkan permukaan benda yang sering
digunakan.
- Tutup hidung dan mulut ketika bersin atau batuk dengan tisu.
Kemudian, buanglah tisu dan cuci tangan hingga bersih.
- Jangan keluar rumah dalam keadaan sakit.
- Kenakan masker dan segera berobat ke fasilitas kesehatan
ketika mengalami gejala penyakit saluran napas.
- Olahraga dan tidur
yang cukup
- Perbanyak minum air
putih
- Perbanyak konsumsi
makanan yang bergizi
- Jangan panik
- Kurangi stress
- Perbanyak ibadah dan dekatkan diri kepada Allah
Yuk terapkan agar kita dapat memutus rantai
penyebarannya
#Yukdirumahsaja
#JadiTingkatkanSistemImunDanTingkatkanSistemImun
Millata Salami
1911211002
kelas A2
Dosen Pengampu
Aulia Rahman, SKM, MKM
Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Andalas
Referensi:
halodoc.com diakses 18 maret 2020 11.23
kompas.com diakses 18 maret 2020 10.52
Thursday, March 5, 2020
Mengenal Aktivitas Fisik
Mengenal Aktivitas Fisik
Assalamu`alaikum Wr.Wb
Haii teman-teman semua....😊
Kembali lagi nih di My World
Kali ini kita mau bahas mengenai aktivitas fisik.
Masih banyak diantara kita yang abai dengan
pentingnya aktivitas fisik, terutama di zaman yang serba instan dan modern ini.
Manusia telah terbiasa dengan bantuan alat-alat canggih dalam melakukan setiap
kegiatan sehingga tidak lagi butuh tenaga yang besar dalam melakukan suatu
pekerjaan. Memang hal ini sangat membantu namun sadarkah kita bahwa dengan
kemudahan dan kecanggihan alat-alat itu juga membawa dampak buruk bagi prilaku
dan kesehatan.
Dalam segi berperilaku manusia zaman sekarang
menjadi malas-malasan karena setiap kegiatana telah dipermudah dengan alat-alat
canggih sehingga menyebabkan kurang gerak. Apalagi bagi mereka yang sibuk
dengan pekerjaan kantor ataupun Mahasiswa yang sibuk dengan tugas, sehingga
lebih banyak menghabiskan waktu dalam kondisi duduk dan minim gerak. Hal ini
dalam waktu jangka panjang dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti stroke,
penyakit jantung, gagal ginjal, diabetes melitus, dan penyakit berbahaya
lainnya.
Kurang gerak atau kurangnya aktivitas fisik
ini menjadi penyebab utama PTM atau Penyakit Tidak Menular,
seperti contoh penyakit diatas. Tahukah teman-teman semua, penyakit-penyakit
berbahaya tersebut bisa kita hindari dengan memulai membiasakan diri melakukan
aktivitas fisik. Siapa bilang aktivitas fisik itu mesti berat. Aktivitas fisik
ini juga ada penggolongannya. Sebelum masuk pada penggolongannya, alangkah
lebih baiknya kita tahu dulu apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan aktivitas
fisik ini.
Menurut Kemkes RI, aktivitas fisik
merupakan setiap gerakan tubuh yang diakibatkan kerja otot rangka dan
meningkatkan pengeluaran tenaga serta energi.
Dan menurut referensi lain aktivitas fisik
merupakan cabang olahraga yang memiliki kegiatan dengan menggerakkan anggota
tubuh sehingga membuat otot-otot beserta rangka tubuh melakukan pergerakan dan
akan membakar lemak serta menurunkan kolestrol pada tubuh.
Secara umum aktivitas fisik dibagi menjadi
tiga macam, yaitu aktivitas fisik harian, aktivitas fisik dengan latihan dan
juga olahraga. Mari kita bahas satu-satu :
1. Aktivitas fisik harian
Jenis aktivitas fisik yang pertama ada dalam
kehidupan sehari-hari. Kegiatan sehari-hari dalam mengurus rumah dapat
digolongkan dalam aktivitas fisik karena dapat membakar kalori yang diperoleh
dari mengkonsumsi makanan. Contohnya menyapu, mencuci baju, mencuci piring,
mengepel lantai, jalan kaki, berkebun, menyetrika baju, dll. Semua kegiatan ini
dapat membakar kalori 50-200 kkal per kegiatan.
Dan kegiatan ini juga cocok bagi pekerja
kantoran ataupun mahasiswa yang tidak sempat melungkan waktu khusus untuk
olahraga. Dengan melakukan setiap pekerjaan rumah sendiri, hal ini telah
terhitung sebabai aktivitas fisik dan dapat menghindarkan diri dari bahaya PTM.
2. Akivitas fisik dengan latihan
Latihan fisik adalah aktivitas yang dilakukan
secara terstruktur dan terencana seperti jalan kaki, jogging, push up,
senam aerobik, bersepeda, dan lain sebagainya. Dilihat dari kaegiatannya
latihan fisik sering disatukategorikan dengan olahraga.
3. Olahraga
Olahraga didefinisikan
sebagai aktivitas fisik yang terstruktur dan terencana dengan mengikuti
aturan-aturan yang berlaku dengan tujuan tidak hanya untuk membuat tubuh jadi
lebih bugar namun juga untuk mendapatkan prestasi. Yang termasuk dalam olahraga
seperti sepak bola, bulu tangkis, basket, berenang, dan sebagainya.
Untuk mendapatkan hasil
dari aktivitas fisik yang lebih maksimal direkomendasikan untuk melakukannya
dengan prinsip BBTT yaitu Baik, Benar, Terukur, dan
Teratur. Baik adalah melakukan aktivitas fisik sesuai dengan kemampuannya,
benar adalah aktivitas yang dilakukan secara bertahap mulai dari pemanasan dan
diakhiri dengan pendinginan atau peregangan, terukur adalah aktivitas fisik
yang diukur intensitas dan juga waktunya, dan yang terakhir adalah aktivitas
fisik yang dilakukan secara teratur sebanyak 3-5 kali dalam seminggu.
“Ayo mulai biasakan Aktivitas Fisik, Cukup dengan
aktivitas fisik 30 menit sehari dapat mencegah dirimu terserang PTM”
Referensi :
Kemkes RI Klik disini
1. http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/apa-definisi-aktivitas-fisik diakses 5 Maret 2020
2. https://hellosehat.com/hidup-sehat/kebugaran/minimal-aktivitas-fisik-bagi-orang-dewasa/ diakses 5 Maret 2020
MILLATA SALAMI
1911211002
A2
ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS ANDALAS
Thursday, November 28, 2019
Sleepwalking Kok Tidur Bisa Sambil Jalan
KOK BISA TIDUR SAMBIL JALAN?
Hallo kawan-kawan semua, selamat datang
di blog perdana saya, kali ini saya akan berbagi informasi mengenai masalah
tidur berjalan.
sumber kumparan.com
PENGERTIAN
TIDUR BERJALAN
Tidak jarang kita temui orang di
sekeliling kita yang bisa berjalan dalam tidurnya, atau mungkin anda sendiri
yang mengalaminya. Sleepwalking atau kebiasaan tidur sambil berjalan adalah sebuah
sindrom atau perilaku yang menyimpang yang dilakukan ketika tidur. Orang yang
mempunyai kebiasaan sleepwalking, sering kali bangun di tengah
tidur dan kemudian berjalan-jalan meskipun sedang berada di bawah alam sadar
mereka. Tidur berjalan yang dalam bahasa ilmiah lebih dikenal
dengan somnabulisme. Gangguan ini tidak selalu terjadi dengan
gestur berjalan saja, mereka yang sedang tidur, lalu terbangun dan duduk di
tempat tidur dan melihat sekeliling kamarnya dalam keadaan yang tidak
sepenuhnya sadar juga termasuk dalam gejala gangguan tidur berjalan ini.
Umumnya,
gangguan tidur berjalan terjadi pada anak-anak. Namun, gangguan tidur berjalan
bisa menyerang siapa saja, termasuk orang dewasa dan lansia. Diperkirakan
1-5% anak-anak mengalami penyakit tidur berjalan. Biasanya, usia anak yang
mengalami penyakit tidur berjalan adalah usia sebelum remaja, yaitu 11-12
tahun. Walaupun biasanya penyakit tidur berjalan yang terjadi pada anak-anak
bukan merupakan penyakit yang serius, namun dapat menimbulkan cedera akibat
terbentur atau jatuh. Berbeda dengan anak-anak, penyakit tidur berjalan pada
orang dewasa dapat menjadi tanda suatu kondisi yang lebih serius.
.
MENURUT PENELITIAN
Survei yang dilakukan di Amerika Serikat
menunjukkan bahwa terdapat 15% orang yang memiliki kebiasaan sleepwalking dan
kebanyakan dari mereka adalah anak-anak, terutama yang berusia 3 hingga 7
tahun. Berdasarkan
data The National Sleep Foundation’s 2004, setidaknya diketahui sebanyak 1%
anak usia balita dan 2% anak usia sekolah memiliki kebiasaansleepwalking yang
dilakukan setidaknya 2 kali dalam seminggu.
Sleepwalking bisa saja terjadi juga
pada remaja, karena terbawa kebiasaan dari kecil hingga usia remaja. Bahkan
sebagian kecil dari mereka membawa kebiasaan itu hingga dewasa, namun lebih
banyak yang berhenti ketika usia remaja. Berdasarkan penelitian yang ada di
dalam The Neurology Journal, terdapat 29,2% dari 19.136 orang dewasa yang
memiliki kebiasaan tidur sambil berjalan.
BAGAIMANA TIDUR BERJALAN INI DAPAT
TERJADI?
Pada
saat seseorang tidur, terbagi menjadi sekitar 4-5 siklus, yang masing-masing
siklus berlangsung sekitar 90 menit dan terbagi menjadi 2 tahapan, yaitu
tahapan tidur rapid eye movement (REM) dan tahapan non-REM
(NREM). Siklus tidur diawali dengan tahapan NREM lalu dilanjutkan dengan REM,
begitu seterusnya siklus akan berulang. Pada tahapan REM inilah otak menjadi
lebih aktif, denyut jantung dan napas menjadi cepat, serta dapat timbul mimpi.
Tahapan
tidur NREM sendiri terbagi dalam tiga fase seperti yang dijelaskan berikut ini:
- Fase 1: Mata terpejam, namun masih mudah terbangun.
- Fase 2: Pada fase ini, irama jantung melambat dan suhu tubuh menurun.
Tubuh bersiap untuk tidur dalam.
- Fase 3: Ini adalah fase tidur dalam, di mana seseorang akan sulit
dibangunkan. Jika dipaksa bangun dari tidur, dia akan merasa bingung
selama beberapa menit. Selama fase 3 ini tubuh akan memperbaiki jaringan
yang rusak dan memperkuat sistem imun.
Penyakit
tidur berjalan merupakan 1 dari 3 tipe gangguan tidur yang terjadi saat
tahapan tidur Non Rapid Eye Movement (NREM), selain sleep
terror (teror tidur) dan confusional arousals. Penyakit
tidur berjalan biasanya terjadi di fase 3 NREM siklus pertama atau kedua, yaitu
sekitar 1-2 jam dari mulai tidur.
GEJALA TIDUR BERJALAN
Jika
kita berpapasan dengan orang yang mengalami penyakit tidur berjalan, biasanya
dia hanya memandang lurus dan tampak seperti tidak mengenali kita. Matanya yang
terbuka terkesan seperti terjaga padahal dia sebenarnya masih tertidur. Jika
disapa, biasanya penderita tidak merespons atau berkomunikasi dengan orang
lain, sebagian lagi akan merespons dengan jawaban meracau. Penderita akan sulit
dibangunkan. Tetapi apabila penderita bangun, dia akan tampak kebingungan dan
tidak ingat dengan aktivitas yang dilaluinya. Gejala yang dialami berlangsung
berulang kali.
PENYEBAB TIDUR BERJALAN
Ada
beberapa hal yang menyebabkan masalah tidur berjalan ini terjadi :
a.
Faktor Genetik,
masalah ini bisa diturunkan, berdasarkan penelitian mereka yang keluarganya
memiliki riwayat tidur berjalan punya kemungkinan 10 kali beresiko mengalami
hal serupa.
b.
Faktor Lingkungan,
seperti stress, kurang tidur, demam, jadwal tidur yang tidak teratur,
kekurangan magnesium juga memicu terjadinya masalah tidur berjalan.
c.
Faktor Fisik,
seperti kehamilan, menstruasi, mengidap penyakit tertentu, gangguan panik atau
berkepribadian ganda.
CARA MENGATASI TIDUR BERJALAN
Tidak ada obat khusus untuk masalah
tidur berjalan ini, yang perlu dipastikan pertama adalah apakah penderita tidur
berjalan ini tidak memiliki riwayat penyakit lain, jika tidak ada maka hal ini
bukanlah masalah besar. Kita hanya harus memastikan penderita aman dari
benda-benda yang berbahaya saat tidur. Atau jauhkan semua benda berbahaya yang
mungkin dapat dijangkau penderita saat tidur agar tidak terjadi hal yang tidak
diinginkan selama mereka tidur.
Jika anda sendiri penderita tidur
berjalan ini, anda harus lebih mawas diri sebelum tidur. Anda dapat menjauhakan
semua hal yang menurut anda akan membahayakan anda ketika hal ini terjadi.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan
untuk mengatasi tidur berjalan ini:
- Hindari sebisa mungkin jangan stress dan
lakukan relaksasi sebelum tidur seperti minum air putih.
- Hindari menonton atau mendengar hal-hal yang
mengerikan atau hal-hal bising lainnya sebelum tidur.
- Usahakan memiliki waktu tidur yang cukup dan
jangan sampai terlalu kelelahan.
- Memebuat kamar dan tempat tidur senyaman
mungkin sebelum tidur.
- Kunci pintu dan jendela sebelum tidur.
- Jauhkan benda-benda berbahaya dari sekitar
anda sebelum tidur.
Jika orang disekeliling anda mengalami
hal tersebut, langkah yang dapat anda lakukan adalah bangunkan mereka, bimbing
mereka kembali untuk tidur dengan cara yang baik dan jangan mengejutkan atau
berteriak kepada mereka.
Sekian informasi tentang tidur berjalan
yang bisa saya bagi, semoga bermanfaat bagi pembaca. :)
Sumber :
https://www.alodokter.com/gangguan-tidur-berjalan diakses
27 November 2019
https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/penyebab-tidur-sambil-berjalan/ diakses
28 November 2019
MILLATA
SALAMI
1911211002
A.2
ILMU
KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS
KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS
ANDALAS
KOMUNIKASI
KESEHATAN
DOSEN
PENGAMPU
EMY
LOENITA, S.K.M., M.P.H.























































