YUK TERAPKAN LANGKAH PREVENTIF TERHADAP VIRUS
CORONA
Assalamu`alaikum teman-teman 😊😊
Balik lagi dengan saya, kali ini kita bakal bahas topik
yang lagi heboh akhir-akhir ini yaitu virus corona.
Sebelum masuk ke topiknya alangkah baiknya kita bahas
dulu apa sih itu virus corona? Masih adakah dari teman-teman yang belum tahu
mengenai virus corona ini? Kalau gitu mari kita jabarkan dulu, apa sih
sebenarnya virus corona ini.
Apa itu virus corona?
Coronavirus (CoV) adalah keluarga besar virus
yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya
dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat
menimbulkan gejala berat, yaitu Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan
Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Terkait dengan laporan kasus pneumonia
misterius yang tidak diketahui penyebabnya pada tanggal 31 September 2019,
maka pada tanggal 11 Februari 2020, World Health Organization memberi nama virus
baru tersebut Severe acute respiratory
syndrome coronavirus-2 (SARS-CoV-2) dan nama penyakitnya sebagai Coronavirus
disease 2019 (COVID-19)
Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) sendiri adalah penyakit yang disebabkan oleh Severe
acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Sindrom gejala klinis
yang muncul beragam, dari mulai tidak berkomplikasi (ringan) sampai syok septik
(berat).
Kasus ini pertama kali muncul
di daerah Wuhan, Cina. Awalnya penyakit ini ditularkan dari kalelawar yang
diolah sebagai bahan makanan oleh penduduk Wuhan.
Penularan Virus
Infeksi coronavirus disebabkan oleh virus
corona itu sendiri. Kebanyakan virus corona menyebar seperti virus
lain pada umumnya, seperti:
- Percikan air liur pengidap (bantuk dan bersin).
- Menyentuh tangan atau wajah orang yang terinfeksi.
- Menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah memegang barang
yang terkena percikan air liur pengidap virus corona.
- Tinja atau feses (jarang terjadi)
Khusus untuk, novel coronavirus atau 2019-nCoV,
masa inkubasi belum diketahui secara pasti. Namun, rata-rata gejala yang timbul
setelah 2-14 hari setelah virus pertama masuk ke dalam tubuh. Di samping itu,
metode transmisi 2019-nCoV juga belum diketahui dengan
pasti. Awalnya, virus corona jenis 2019-nCoV diduga
bersumber dari hewan. Virus corona 2019-nCoV merupakan virus
yang beredar pada beberapa hewan, termasuk unta, kucing, dan kelelawar.
Sebenarnya virus ini jarang sekali berevolusi
dan menginfeksi manusia dan menyebar ke individu lainnya. Namun, kasus di
Tiongkok kini menjadi bukti nyata kalau virus ini bisa menyebar dari hewan ke
manusia. Bahkan, kini penularannya bisa dari manusia ke manusia.
Siapa aja sih yang
beresiko?
Siapa pun dapat terinfeksi virus corona. Akan
tetapi, bayi dan anak kecil, serta orang dengan kekebalan tubuh yang lemah
lebih rentan terhadap serangan virus ini, termasuk lansia. Selain itu, kondisi musim juga mungkin
berpengaruh. Contohnya, di Amerika Serikat, infeksi virus corona lebih umum
terjadi pada musim gugur dan musim dingin.
Gejala terinfeksi virus
Virus corona bisa menimbulkan beragam gejala pada
pengidapnya. Gejala yang muncul ini bergantung pada jenis virus corona yang
menyerang, dan seberapa serius infeksi yang terjadi. Berikut beberapa gejala
virus corona yang terbilang ringan:
- Hidung beringus.
- Sakit kepala.
- Batuk.
- Sakit tenggorokan.
- Demam.
- Merasa tidak enak badan.
Hal yang perlu ditegaskan, beberapa virus
corona dapat menyebabkan gejala yang parah. Infeksinya dapat berubah
menjadi bronkitis dan pneumonia (disebabkan oleh 2019-nCoV) , yang menyebabkan
gejala seperti:
- Demam yang mungkin cukup tinggi bila pasien mengidap pneumonia.
- Batuk dengan lendir.
- Sesak napas.
- Nyeri dada atau sesak saat bernapas dan batuk.
Infeksi bisa semakin parah bila menyerang
kelompok individu tertentu. Contohnya orang dengan penyakit jantung atau
paru-paru, orang dengan sistem kekebalan yang lemah, bayi, dan lansia.
Langkah preventif mencegah virus
Sampai saat ini belum ada vaksin untuk mencegah
infeksi virus corona. Namun, setidaknya ada beberapa cara yang bisa
dilakukan untuk mengurangi risiko terjangkit virus ini. Berikut upaya yang bisa
dilakukan:
- Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20
detik hingga bersih.
- Hindari menyentuh wajah, hidung, atau mulut saat tangan dalam
keadaan kotor atau belum dicuci.
- Hindari kontak langsung atau berdekatan dengan orang yang
sakit.
- Hindari menyentuh hewan atau unggas liar.
- Membersihkan dan mensterilkan permukaan benda yang sering
digunakan.
- Tutup hidung dan mulut ketika bersin atau batuk dengan tisu.
Kemudian, buanglah tisu dan cuci tangan hingga bersih.
- Jangan keluar rumah dalam keadaan sakit.
- Kenakan masker dan segera berobat ke fasilitas kesehatan
ketika mengalami gejala penyakit saluran napas.
- Olahraga dan tidur
yang cukup
- Perbanyak minum air
putih
- Perbanyak konsumsi
makanan yang bergizi
- Jangan panik
- Kurangi stress
- Perbanyak ibadah dan
dekatkan diri kepada Allah
Yuk terapkan agar kita dapat memutus rantai
penyebarannya
#Yukdirumahsaja
#JadiTingkatkanSistemImunDanTingkatkanSistemImun
Millata Salami
1911211002
kelas A2
Dosen Pengampu
Aulia Rahman, SKM, MKM
Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Andalas
Referensi:
halodoc.com diakses 18 maret 2020 11.23
kompas.com diakses 18 maret 2020 10.52