KOK BISA TIDUR SAMBIL JALAN?
Hallo kawan-kawan semua, selamat datang
di blog perdana saya, kali ini saya akan berbagi informasi mengenai masalah
tidur berjalan.
sumber kumparan.com
PENGERTIAN
TIDUR BERJALAN
Tidak jarang kita temui orang di
sekeliling kita yang bisa berjalan dalam tidurnya, atau mungkin anda sendiri
yang mengalaminya. Sleepwalking atau kebiasaan tidur sambil berjalan adalah sebuah
sindrom atau perilaku yang menyimpang yang dilakukan ketika tidur. Orang yang
mempunyai kebiasaan sleepwalking, sering kali bangun di tengah
tidur dan kemudian berjalan-jalan meskipun sedang berada di bawah alam sadar
mereka. Tidur berjalan yang dalam bahasa ilmiah lebih dikenal
dengan somnabulisme. Gangguan ini tidak selalu terjadi dengan
gestur berjalan saja, mereka yang sedang tidur, lalu terbangun dan duduk di
tempat tidur dan melihat sekeliling kamarnya dalam keadaan yang tidak
sepenuhnya sadar juga termasuk dalam gejala gangguan tidur berjalan ini.
Umumnya,
gangguan tidur berjalan terjadi pada anak-anak. Namun, gangguan tidur berjalan
bisa menyerang siapa saja, termasuk orang dewasa dan lansia. Diperkirakan
1-5% anak-anak mengalami penyakit tidur berjalan. Biasanya, usia anak yang
mengalami penyakit tidur berjalan adalah usia sebelum remaja, yaitu 11-12
tahun. Walaupun biasanya penyakit tidur berjalan yang terjadi pada anak-anak
bukan merupakan penyakit yang serius, namun dapat menimbulkan cedera akibat
terbentur atau jatuh. Berbeda dengan anak-anak, penyakit tidur berjalan pada
orang dewasa dapat menjadi tanda suatu kondisi yang lebih serius.
.
MENURUT PENELITIAN
Survei yang dilakukan di Amerika Serikat
menunjukkan bahwa terdapat 15% orang yang memiliki kebiasaan sleepwalking dan
kebanyakan dari mereka adalah anak-anak, terutama yang berusia 3 hingga 7
tahun. Berdasarkan
data The National Sleep Foundation’s 2004, setidaknya diketahui sebanyak 1%
anak usia balita dan 2% anak usia sekolah memiliki kebiasaansleepwalking yang
dilakukan setidaknya 2 kali dalam seminggu.
Sleepwalking bisa saja terjadi juga
pada remaja, karena terbawa kebiasaan dari kecil hingga usia remaja. Bahkan
sebagian kecil dari mereka membawa kebiasaan itu hingga dewasa, namun lebih
banyak yang berhenti ketika usia remaja. Berdasarkan penelitian yang ada di
dalam The Neurology Journal, terdapat 29,2% dari 19.136 orang dewasa yang
memiliki kebiasaan tidur sambil berjalan.
BAGAIMANA TIDUR BERJALAN INI DAPAT
TERJADI?
Pada
saat seseorang tidur, terbagi menjadi sekitar 4-5 siklus, yang masing-masing
siklus berlangsung sekitar 90 menit dan terbagi menjadi 2 tahapan, yaitu
tahapan tidur rapid eye movement (REM) dan tahapan non-REM
(NREM). Siklus tidur diawali dengan tahapan NREM lalu dilanjutkan dengan REM,
begitu seterusnya siklus akan berulang. Pada tahapan REM inilah otak menjadi
lebih aktif, denyut jantung dan napas menjadi cepat, serta dapat timbul mimpi.
Tahapan
tidur NREM sendiri terbagi dalam tiga fase seperti yang dijelaskan berikut ini:
- Fase 1: Mata terpejam, namun masih mudah terbangun.
- Fase 2: Pada fase ini, irama jantung melambat dan suhu tubuh menurun.
Tubuh bersiap untuk tidur dalam.
- Fase 3: Ini adalah fase tidur dalam, di mana seseorang akan sulit
dibangunkan. Jika dipaksa bangun dari tidur, dia akan merasa bingung
selama beberapa menit. Selama fase 3 ini tubuh akan memperbaiki jaringan
yang rusak dan memperkuat sistem imun.
Penyakit
tidur berjalan merupakan 1 dari 3 tipe gangguan tidur yang terjadi saat
tahapan tidur Non Rapid Eye Movement (NREM), selain sleep
terror (teror tidur) dan confusional arousals. Penyakit
tidur berjalan biasanya terjadi di fase 3 NREM siklus pertama atau kedua, yaitu
sekitar 1-2 jam dari mulai tidur.
GEJALA TIDUR BERJALAN
Jika
kita berpapasan dengan orang yang mengalami penyakit tidur berjalan, biasanya
dia hanya memandang lurus dan tampak seperti tidak mengenali kita. Matanya yang
terbuka terkesan seperti terjaga padahal dia sebenarnya masih tertidur. Jika
disapa, biasanya penderita tidak merespons atau berkomunikasi dengan orang
lain, sebagian lagi akan merespons dengan jawaban meracau. Penderita akan sulit
dibangunkan. Tetapi apabila penderita bangun, dia akan tampak kebingungan dan
tidak ingat dengan aktivitas yang dilaluinya. Gejala yang dialami berlangsung
berulang kali.
PENYEBAB TIDUR BERJALAN
Ada
beberapa hal yang menyebabkan masalah tidur berjalan ini terjadi :
a.
Faktor Genetik,
masalah ini bisa diturunkan, berdasarkan penelitian mereka yang keluarganya
memiliki riwayat tidur berjalan punya kemungkinan 10 kali beresiko mengalami
hal serupa.
b.
Faktor Lingkungan,
seperti stress, kurang tidur, demam, jadwal tidur yang tidak teratur,
kekurangan magnesium juga memicu terjadinya masalah tidur berjalan.
c.
Faktor Fisik,
seperti kehamilan, menstruasi, mengidap penyakit tertentu, gangguan panik atau
berkepribadian ganda.
CARA MENGATASI TIDUR BERJALAN
Tidak ada obat khusus untuk masalah
tidur berjalan ini, yang perlu dipastikan pertama adalah apakah penderita tidur
berjalan ini tidak memiliki riwayat penyakit lain, jika tidak ada maka hal ini
bukanlah masalah besar. Kita hanya harus memastikan penderita aman dari
benda-benda yang berbahaya saat tidur. Atau jauhkan semua benda berbahaya yang
mungkin dapat dijangkau penderita saat tidur agar tidak terjadi hal yang tidak
diinginkan selama mereka tidur.
Jika anda sendiri penderita tidur
berjalan ini, anda harus lebih mawas diri sebelum tidur. Anda dapat menjauhakan
semua hal yang menurut anda akan membahayakan anda ketika hal ini terjadi.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan
untuk mengatasi tidur berjalan ini:
- Hindari sebisa mungkin jangan stress dan
lakukan relaksasi sebelum tidur seperti minum air putih.
- Hindari menonton atau mendengar hal-hal yang
mengerikan atau hal-hal bising lainnya sebelum tidur.
- Usahakan memiliki waktu tidur yang cukup dan
jangan sampai terlalu kelelahan.
- Memebuat kamar dan tempat tidur senyaman
mungkin sebelum tidur.
- Kunci pintu dan jendela sebelum tidur.
- Jauhkan benda-benda berbahaya dari sekitar
anda sebelum tidur.
Jika orang disekeliling anda mengalami
hal tersebut, langkah yang dapat anda lakukan adalah bangunkan mereka, bimbing
mereka kembali untuk tidur dengan cara yang baik dan jangan mengejutkan atau
berteriak kepada mereka.
Sekian informasi tentang tidur berjalan
yang bisa saya bagi, semoga bermanfaat bagi pembaca. :)
Sumber :
https://www.alodokter.com/gangguan-tidur-berjalan diakses
27 November 2019
https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/penyebab-tidur-sambil-berjalan/ diakses
28 November 2019
MILLATA
SALAMI
1911211002
A.2
ILMU
KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS
KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS
ANDALAS
KOMUNIKASI
KESEHATAN
DOSEN
PENGAMPU
EMY
LOENITA, S.K.M., M.P.H.













